Apa itu ideologi ? Mungkin 8 dari sepuluh orang telah
mengetahuinya, sekedar tahu ideologi secara kasar. Apakah itu cukup? Jelas saja
tidak! Mungkin dibenak mereka hanya terlintas bahwa ideologi itu sebuah
gagasan. Memang benar ideologi itu merupakan sebuah gagasan. Namun gagasan yang
seperti apa? Ya tentu saja gagasan yang sangat berarti. Sebenarya ideologi itu
sendiri merupakan konsep yang berisi niali-nilai dasar dan memberikan arah
tujuan hidup bahkan pedoman hidup. Berbicara tentang ideologi berbicara pula
tentang negara. Mengapa demikian? Karena sangat besar kaitannya antara negara
dan ideologi, sama seperti rumah dan pondasinya. Kita ibaratkan rumah sebagai
negara dan pondasi sebagai ideologinya. Bisa kita bayangkan jika rumah tanpa
pondasi. Tidak akan kuat bukan? Pondasi itu sangat dibutuhkan untuk menyokong
rumah tersebut berdiri kokoh. Seperti negara dengan ideologinya. Nah, jadi
ideologi negara adalah pedoman hidup dalam penyelenggaraan negara. Tanpa
ideologi negara akan mati tak berdaya. Ideologi disetiap negara diterapkan
berdasarkan kondisi dan keadaan. Tidak sembarang dalam memilihnya pun karena
jika salah negara itu akan bobrok. Dengan kata lain bahwa idelogi itu tidak
hanya satu melainkan bermacam-macam; ideologi liberal; ideologi komunis;
ideologi sosialis; ideologi fasisme; ideologi pancasila. Dari berbagai macam
ideologi yang ada pasti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan bagi
penganutnya. Jadi, Ideologi
menjadi suatu yang sangat penting bagi suatu negara dan tentu bagi kelangsungan
hidup suatu kelompok atau sebuah bangsa. Hal itu disebabkan Ideologi memberikan
kejelasan identitas nasional, member inspirasi akan cita-cita dan pendorong
dalam tujuan masyarakatnya. Dengan Ideologi yang jelas, suatu negara akan
memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan masalah. Dan
tentu saja ideologi yang dipilih setiap negara berdasarkan kondisi negara
tersebut. Namun mengapa tidak semua negara memiliki ideologi yang sama ?
Amerika saja bisa maju dengan ideologi liberalismenya, mengapa Indonesia tidak?
*****
Indonesia merupakan negara berkembang dengan ideologi
pancasilanya. Ya pancasila sebagai negara Indonesia mempunyai peran penting
untuk kelangsungan hidup bangsa. Karena pancasila memiliki orientasi ke depan
dimana bangsa Indonesia harus siap sedia dalam segala situasi. Terutama dalam
menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Dengan
ideologi pancasila yang memiliki dimensi realistis, normatis dan idealistis
Indonesia mampu menghadapi globalisasi.
Mari
kita bandingkan ideologi pancasila dengan ideologi lainnya
IDEOLOGI ASPEK
|
LIBERALISME
|
KOMUNISME
|
SOSIALISME
|
PANCASILA
|
POLITIK
HUKUM
|
·
Hukum untuk melindungi individu
·
Politik mementingkan individu
|
·
Berkuasa mutlak satu parpol
·
Hukum untuk melanggengkan komunis
|
·
Diutamakan kebersamaan
·
Masyarakat sama dengan negara
|
·
Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban
individu dan masyarakat
|
EKONOMI
|
·
Peran negara kecil swasta mendominasi
·
Kapitalisme, Monopolisme dan persaingan bebas
|
·
Peran negara dominan
·
Demi kolektivitas berarti demi negara
·
Monopoli negara
|
·
Peran negara ada untuk pemerataan
·
Keadilan distributif yang diutamakan
|
·
Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli
|
AGAMA
|
·
Agama urusan pribadi
·
Bebas beragama, bebas memilih agama atau tidak
|
·
Agama candu masyarakat dan harus dijauhkan
|
·
Agama mendorong perkembangannya kebersamaan
|
·
Bebas memilih satu negara
·
Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat
berbangsa dan bernegara
|
CIRI KHAS
|
·
Penghargaan atas HAM
·
Demokrasi
·
Negara hukum
·
Reaksi terhadap abslutisme
|
·
Atheism
·
Dogmatis
·
Otoriter
·
Ingkar HAM
·
Reaksi terhadap liberalism dan kapitalisme
|
·
Kebersamaan
·
Akomdasi
·
Jalan tengah
|
·
Keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam setiap
aspek kehidupan
|
Dapat disimpulkan
bahwa pancasila adalah bagian dari idelogi bangsa yang diangkat dari
nilai-nilai adat istiadat kebudayaan yang terdapat dalam pandangan hidup
masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa menunjukkan adanya
keseimbangan ide dan gagasan serta tidak bersifat absolute dalam memandang
manusia dan kehidupan bernegara, sedangkan liberalism, komunisme lebih bersifat
mutlak atau otoriter. Keduanya juga cenderung menutup mata akan adanya dampak individualism
dan persaingan. Selain itu, jika dibandingkan dengan Pancasila, sosialisme
sering dikatakan antitesa Kapitalisme, yang tingkah laku eknomi dikuasai oleh
kepentingan untuk memperoleh keuntungan maksimal lewat persaingan bebas.
Jadi kita sebagai
bangsa Indonesia harus membantu negara dalam menjalankan idelogi pancasila guna
memajukan negara kita sendiri, negara Indonesia. Indonesia tidak mampu bersaing
tanpa bangsanya dan bangsa tidak akan ada jika tidak ada negara. Semuanya berkesinambungan
semuanya mempunyai peran penting.