The Billion Rupiah Homepage

Wednesday, 23 October 2013

ONE - BALLERS

Posted by Unknown On 03:51

Ini aku dan sebagian keluarga one ballers :D ada ISMA GIA ULUM WULAN ~

Mau minum poto dulu yaw w/ one ballers

ini keluarga one ballers




Posted by Unknown On 03:13

APA YANG ADA DIPIKIRANMU TIDAK SELALU NYATA - TAPI APA YANG ADA DI HADAPANMU SUDAH PASTI NYATA!

Monday, 21 October 2013

Hidup bukan bayangan atau angan-angan!

Posted by Unknown On 06:10

Hidup itu terlalu mudah untuk dibayangkan dengan angan tinggi kita. Angan-angan tinggi dengan penuh keyakinan bahwa hidup kita akan berjalan mulus sesuai harapan. Bergerak langkah demi langkah meraih angan-angan itu. Terus bergerak melangkah dan berlari kencang berusaha mengerjar angan itu. Seketika itu pun kita terjatuh tersandung batu, sakit sekali rasanya. Terbangun dari rasa sakit dan menyadari bahwa hidup itu memang  tidak mudah dengan apa yang bayangkan. Memang hidup dalam realita itu berat. Lihat saja kehidupanmu! Lihatlah orang-orang disekelilingmu! Apakah mereka berjalan tegak menjalani hari-hari mereka? Tentu saja tidak! Masih banyak orang-orang diluar sana berjalan pincang memikul beban yang ada. Hidup dalam realita itu butuh keberanian bukan angan-angan! Dengan keberanian kita akan mudah menjalani hari-hari kita tanpa ada rasa takut. Keberanian untuk memulai, keberanian untuk bertindak, dan keberanian untuk memutuskan! Bukan dengan bayangan hidup.

Pretend to be happy okay or not?

Posted by Unknown On 05:54

Pretend to be happy okay or not?Sebenernya pretend to be happy ini bisa baik bisa engga tergantung situasi dan kondisi. Tapi katanya pretend to be happy ini ga baik buat orang-orang disekeliling lo. Soalnya orang lain ngerasa ditipu lo, ngaku bahagia tau nya sedih.  Ya walaupun lo ngerasa itu baik buat diri lo sendiri,berpikir enggak nambahin masalah orang. Tapi faktanya mereka-mereka peduli sama lo, mereka ga mau lo ketawa diatas kesedihan masalah lo. So kalo gue boleh kasih saran lo mening ga usah pretend to be happy deh, kalo lagi sedih ngomong aja sama temen lo  jangan sok-sokan ketawa bahagia. Hidup itu ga sendiri, mereka ada buat lo! :D

Waiting for a holiday

Posted by Unknown On 05:47

In bright Sunday afternoon, there was a young boy who was sitting in the corner of the park. His name is Thoms. He is a handsome and kind person but a bit freak. Even he is a bit freak, many girls wanted to be his girlfriend because he has a good looking. No wonder he had many fans. Unfotunately no one could catch his heart yet made his heart flies. He only thought of one name in his mind: “Jane”. Jane is an ordinary girl with a beatiful face and smart looks. Thats why he liked her. He tried to express his feeling but he couldn’t. Somehow he still confused, what should he do? Until he convinced that he had to express his feeling, immediately he took his phone and sent her a message
“Hey Jane, would you come to the park now? I would like to say something to you”
And she replied, “Yeah I can, I’ll be there in 5 minutes”
After 5 minutes, Thoms already meet Jane. Immediately he started the conversation.
“Jane, do you know what I feel now?” Ask Thoms.
“I don’t know” answered Jane
“Actually I just want to say I love you. I’ve been hiding this feeling for a long time.” said Thoms
Still, there was only no word from Jane.
“Would you be mine?” asked Thoms again
“I’m so sorry, I am student. I’m still studying, learning, attending school” answered Jane

“Don’t worry Jane!! I’ll be waiting for your holiday” answered Thoms.

Tuesday, 15 October 2013

Sistem pemerintahan ¬

Posted by Unknown On 00:25

Berbicara tentang negara tentu saja berbicara mengenai bentuk; bentuk negara; bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan.  Lihat tabel dibawah ini!

Bentuk Negara
Bentuk Pemerintahan
Sistem Pemerintahan
Kesatuan
Monarki
Presidensial
Federasi
Republik
Parlementer

Tabel diatas menunjukan bahwa bentuk negara , bentuk pemerintahan, dan sistem pemerintahan dari setiap negara itu pasti berbeda tergantung dari kebutuhan dari negara itu sendiri. Contohnya saja bentuk negara Inggris dengan bentuk federasi. Desentralisasi merupakan salah satu ciri dari bentuk federasi dimana setiap daerah di setiap negara harus mandiri tidak bergantung pada pemerintah pusat sedangkan negara Indonesia menggunakkan bentuk negara kesatuan dengan ciri adanya sentralisasi dimana semua daerah berpusat pada pemerintah pusat. Inggris juga negara dengan bentuk pemerintahan monarki dimana raja sebagai kepala negara, semua keputusan berada di tangan raja. Tentu saja berbeda dengan Republik Indonesia dimana presiden sebagai kepala negara, semua keputusan berdasarkan kata mufakat. Lalu, bagaimana dengan sistem pemerintahannya? Dari penjelasan yang telah diuraikan bisa kita tebak bahwa negara Inggris menganut sitem parlementer dan Indonesia menganut sistem Presidensial. Untuk melihat perbedaan antara kedua sistem pemerintahan yang ada, lihatlah gambar dibawah ini.



Dari uraian yang telah terpapar dapat disimpulkan bahwa setiap negara memiliki bentuk negara, bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan yang digunakan berdasakan kondisi dan kebutuhan negara tersebut guna tercipta cita-cita dan tujuan dari negara tersebut.

Thursday, 3 October 2013

menganalisis pelanggaran nilai-nilai pancasila

Posted by Unknown On 15:52

Hallo guys !! kali ini saya diberi tugas untuk menganalisis peanggaran nilai-nilai  Pancasila di kehidupan sehari-hari. Nah sebelum lanjut ke contoh penerapannya, saya akan sedikit memberi pembuka.
Pancasila merupakan ideologi negara kita yang memiliki nilai-nilai  dasar negara. Nilai-nilai  Pancasila sebagai dasar negara menjadikan setiap tingkah laku penyelenggara dan pelaksana pemerintahan berpedoman pada Pancasila. Berpedoman agar terwujudnya cita-cita bangsa dan negara guna terciptanya kesejahteraan, kemakmuran serta perdamaian bersama. Seperti yang telah kita semua ketahui, Pancasila terdiri atas 5 nilai-nilai penting dalam kesinambungan negara dan bangsa kita ini. 5 nilai-nilai Pancasila tersebut terdiri dari :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh himah kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
5 nilai-nilai Pancasila itu memang sudah sempurna, melihat dari kecocokkan antara ideologi dan karakter negara kita sendiri. Namun hanya saja dalam penerapannya masih belum bisa teraplikasikan secara tepat dan benar. Contoh saja dengan kasus “Ruhut Ancam Bongkar Bobrok Komisi III yang Menolaknya”
(http://www.merdeka.com/politik/ruhut-ancam-bongkar-bobrok-anggota-komisi-iii-yang-menolknya.html)
Dari contoh kasus diatas kita bisa telaah poin per poin, sudahkah nilai-nilai  Pancasila teraplikasikan dengan tepat dan benar? Jawabannya adalah Tidak!! Mengapa demikian? Karena apa yang telah dilakukan oleh Ruhut itu totally wrong! Apa yang telah diperbuat oleh Ruhut telah melanggar 2 dari 5 nilai-nilai  Pancasila, diantaranya:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengapa? Karena di semua agama yang ada di negara kita ini tidak diajarkan untuk memaksakan kehendak orang lain apalagi sampai mengancamnya. Jika itu terjadi maka akan fatal akibatnya dengan hasil akhir tidak akan puas bahkan bisa menyebabkan perselisihan karena adanya paksaan tadi.
2. Kerakyatan yang dipimpin oleh himah kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mengapa? Karena semua hasil diskusi/rapat harus berdasarkan kata mufakat seluruh anggota diskusi/rapat bukan hanya sekedar “kata mufakat” belian. Di jaman sekarang ini banyak orang yang membeli “kata mufakat” terkesannya bahwa uang bisa membeli segalanya bahkan voting pun bisa dan mengabaikan permusyawaratan bersama.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa pengaplikasian niali-nilai pancasila di negara kita masih kurang dengan adanya banyak fakta yang menunjukkan banyaknya masalah yang melanggar nilai-nilai  Pancasila. Diatas  merupakan salah contoh satu masalah yang timbul karena menghiraukan nilai-nilai Pancasila. Pantas saja di negara kita masih banyak permasalahan yang timbul dari mulai tawuran antar pelajar, pelecehan seksual, pembunuhan, politik yang gagal dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda generasi penerus bangsa harus mampu mengatasinya dengan mencoba mengaplikasikan nya di kehidupan sehari-hari di lingkup kecil terlebih dahulu guna terciptanya perdamaian abadi dan kesejateraan bersama. Jika kita tidak memulai perubahan, kapan negeri ini bisa MAJU?!