The Billion Rupiah Homepage

Monday, 21 October 2013

Hidup bukan bayangan atau angan-angan!

Posted by Unknown On 06:10

Hidup itu terlalu mudah untuk dibayangkan dengan angan tinggi kita. Angan-angan tinggi dengan penuh keyakinan bahwa hidup kita akan berjalan mulus sesuai harapan. Bergerak langkah demi langkah meraih angan-angan itu. Terus bergerak melangkah dan berlari kencang berusaha mengerjar angan itu. Seketika itu pun kita terjatuh tersandung batu, sakit sekali rasanya. Terbangun dari rasa sakit dan menyadari bahwa hidup itu memang  tidak mudah dengan apa yang bayangkan. Memang hidup dalam realita itu berat. Lihat saja kehidupanmu! Lihatlah orang-orang disekelilingmu! Apakah mereka berjalan tegak menjalani hari-hari mereka? Tentu saja tidak! Masih banyak orang-orang diluar sana berjalan pincang memikul beban yang ada. Hidup dalam realita itu butuh keberanian bukan angan-angan! Dengan keberanian kita akan mudah menjalani hari-hari kita tanpa ada rasa takut. Keberanian untuk memulai, keberanian untuk bertindak, dan keberanian untuk memutuskan! Bukan dengan bayangan hidup.

Pretend to be happy okay or not?

Posted by Unknown On 05:54

Pretend to be happy okay or not?Sebenernya pretend to be happy ini bisa baik bisa engga tergantung situasi dan kondisi. Tapi katanya pretend to be happy ini ga baik buat orang-orang disekeliling lo. Soalnya orang lain ngerasa ditipu lo, ngaku bahagia tau nya sedih.  Ya walaupun lo ngerasa itu baik buat diri lo sendiri,berpikir enggak nambahin masalah orang. Tapi faktanya mereka-mereka peduli sama lo, mereka ga mau lo ketawa diatas kesedihan masalah lo. So kalo gue boleh kasih saran lo mening ga usah pretend to be happy deh, kalo lagi sedih ngomong aja sama temen lo  jangan sok-sokan ketawa bahagia. Hidup itu ga sendiri, mereka ada buat lo! :D

Waiting for a holiday

Posted by Unknown On 05:47

In bright Sunday afternoon, there was a young boy who was sitting in the corner of the park. His name is Thoms. He is a handsome and kind person but a bit freak. Even he is a bit freak, many girls wanted to be his girlfriend because he has a good looking. No wonder he had many fans. Unfotunately no one could catch his heart yet made his heart flies. He only thought of one name in his mind: “Jane”. Jane is an ordinary girl with a beatiful face and smart looks. Thats why he liked her. He tried to express his feeling but he couldn’t. Somehow he still confused, what should he do? Until he convinced that he had to express his feeling, immediately he took his phone and sent her a message
“Hey Jane, would you come to the park now? I would like to say something to you”
And she replied, “Yeah I can, I’ll be there in 5 minutes”
After 5 minutes, Thoms already meet Jane. Immediately he started the conversation.
“Jane, do you know what I feel now?” Ask Thoms.
“I don’t know” answered Jane
“Actually I just want to say I love you. I’ve been hiding this feeling for a long time.” said Thoms
Still, there was only no word from Jane.
“Would you be mine?” asked Thoms again
“I’m so sorry, I am student. I’m still studying, learning, attending school” answered Jane

“Don’t worry Jane!! I’ll be waiting for your holiday” answered Thoms.

Tuesday, 15 October 2013

Sistem pemerintahan ¬

Posted by Unknown On 00:25

Berbicara tentang negara tentu saja berbicara mengenai bentuk; bentuk negara; bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan.  Lihat tabel dibawah ini!

Bentuk Negara
Bentuk Pemerintahan
Sistem Pemerintahan
Kesatuan
Monarki
Presidensial
Federasi
Republik
Parlementer

Tabel diatas menunjukan bahwa bentuk negara , bentuk pemerintahan, dan sistem pemerintahan dari setiap negara itu pasti berbeda tergantung dari kebutuhan dari negara itu sendiri. Contohnya saja bentuk negara Inggris dengan bentuk federasi. Desentralisasi merupakan salah satu ciri dari bentuk federasi dimana setiap daerah di setiap negara harus mandiri tidak bergantung pada pemerintah pusat sedangkan negara Indonesia menggunakkan bentuk negara kesatuan dengan ciri adanya sentralisasi dimana semua daerah berpusat pada pemerintah pusat. Inggris juga negara dengan bentuk pemerintahan monarki dimana raja sebagai kepala negara, semua keputusan berada di tangan raja. Tentu saja berbeda dengan Republik Indonesia dimana presiden sebagai kepala negara, semua keputusan berdasarkan kata mufakat. Lalu, bagaimana dengan sistem pemerintahannya? Dari penjelasan yang telah diuraikan bisa kita tebak bahwa negara Inggris menganut sitem parlementer dan Indonesia menganut sistem Presidensial. Untuk melihat perbedaan antara kedua sistem pemerintahan yang ada, lihatlah gambar dibawah ini.



Dari uraian yang telah terpapar dapat disimpulkan bahwa setiap negara memiliki bentuk negara, bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan yang digunakan berdasakan kondisi dan kebutuhan negara tersebut guna tercipta cita-cita dan tujuan dari negara tersebut.

Thursday, 3 October 2013

menganalisis pelanggaran nilai-nilai pancasila

Posted by Unknown On 15:52

Hallo guys !! kali ini saya diberi tugas untuk menganalisis peanggaran nilai-nilai  Pancasila di kehidupan sehari-hari. Nah sebelum lanjut ke contoh penerapannya, saya akan sedikit memberi pembuka.
Pancasila merupakan ideologi negara kita yang memiliki nilai-nilai  dasar negara. Nilai-nilai  Pancasila sebagai dasar negara menjadikan setiap tingkah laku penyelenggara dan pelaksana pemerintahan berpedoman pada Pancasila. Berpedoman agar terwujudnya cita-cita bangsa dan negara guna terciptanya kesejahteraan, kemakmuran serta perdamaian bersama. Seperti yang telah kita semua ketahui, Pancasila terdiri atas 5 nilai-nilai penting dalam kesinambungan negara dan bangsa kita ini. 5 nilai-nilai Pancasila tersebut terdiri dari :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh himah kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
5 nilai-nilai Pancasila itu memang sudah sempurna, melihat dari kecocokkan antara ideologi dan karakter negara kita sendiri. Namun hanya saja dalam penerapannya masih belum bisa teraplikasikan secara tepat dan benar. Contoh saja dengan kasus “Ruhut Ancam Bongkar Bobrok Komisi III yang Menolaknya”
(http://www.merdeka.com/politik/ruhut-ancam-bongkar-bobrok-anggota-komisi-iii-yang-menolknya.html)
Dari contoh kasus diatas kita bisa telaah poin per poin, sudahkah nilai-nilai  Pancasila teraplikasikan dengan tepat dan benar? Jawabannya adalah Tidak!! Mengapa demikian? Karena apa yang telah dilakukan oleh Ruhut itu totally wrong! Apa yang telah diperbuat oleh Ruhut telah melanggar 2 dari 5 nilai-nilai  Pancasila, diantaranya:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Mengapa? Karena di semua agama yang ada di negara kita ini tidak diajarkan untuk memaksakan kehendak orang lain apalagi sampai mengancamnya. Jika itu terjadi maka akan fatal akibatnya dengan hasil akhir tidak akan puas bahkan bisa menyebabkan perselisihan karena adanya paksaan tadi.
2. Kerakyatan yang dipimpin oleh himah kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mengapa? Karena semua hasil diskusi/rapat harus berdasarkan kata mufakat seluruh anggota diskusi/rapat bukan hanya sekedar “kata mufakat” belian. Di jaman sekarang ini banyak orang yang membeli “kata mufakat” terkesannya bahwa uang bisa membeli segalanya bahkan voting pun bisa dan mengabaikan permusyawaratan bersama.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa pengaplikasian niali-nilai pancasila di negara kita masih kurang dengan adanya banyak fakta yang menunjukkan banyaknya masalah yang melanggar nilai-nilai  Pancasila. Diatas  merupakan salah contoh satu masalah yang timbul karena menghiraukan nilai-nilai Pancasila. Pantas saja di negara kita masih banyak permasalahan yang timbul dari mulai tawuran antar pelajar, pelecehan seksual, pembunuhan, politik yang gagal dan masih banyak lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda generasi penerus bangsa harus mampu mengatasinya dengan mencoba mengaplikasikan nya di kehidupan sehari-hari di lingkup kecil terlebih dahulu guna terciptanya perdamaian abadi dan kesejateraan bersama. Jika kita tidak memulai perubahan, kapan negeri ini bisa MAJU?!

Sunday, 22 September 2013

My Room is My Palace!

Posted by Unknown On 05:54

My Room is My Palace!

 A small blue room, with turquoise walls and dark blue curtains, is a place that I love the most. That is my room, which is my heaven. The place where I can relax, doing anything in ease. It feels like my room is the safest place in this world. Yap, the room feels like filled with peacefulness. Besides, I can go there anytime I want. Many posters patched on the wall. One of them is a map. I like to sit and stare at the world map. I look for certain countries and think about which country that I want to visit. It gives me a sense that I able to. Moreover, when I am in my room, I can do everything. For relaxing, studying, chatting, reading, writing, or even just lying down on my bed. Everything will be finished there. My room is very important too because it holds all of my personal belongings, which are very precious to me. The way my room is set up is kind of cluttered, but that is the way I like and I don’t care how people judge me. I realize why some people are touchy about who’s in their home. It is because those things are important to me and may have meaning. Maybe most people would not have the same argument about mine. They thought that a favorite place should be like mall, beach, garden, and so on. It’s totally different with me right? Yap, this is because everyone has their own fundamental perspectives. I have my own reason why my room is the place I love the most. 

Friday, 20 September 2013

Pancasila dibandingkan dengan Ideologi lainnya

Posted by Unknown On 00:45

Apa itu ideologi ? Mungkin 8 dari sepuluh orang telah mengetahuinya, sekedar tahu ideologi secara kasar. Apakah itu cukup? Jelas saja tidak! Mungkin dibenak mereka hanya terlintas bahwa ideologi itu sebuah gagasan. Memang benar ideologi itu merupakan sebuah gagasan. Namun gagasan yang seperti apa? Ya tentu saja gagasan yang sangat berarti. Sebenarya ideologi itu sendiri merupakan konsep yang berisi niali-nilai dasar dan memberikan arah tujuan hidup bahkan pedoman hidup. Berbicara tentang ideologi berbicara pula tentang negara. Mengapa demikian? Karena sangat besar kaitannya antara negara dan ideologi, sama seperti rumah dan pondasinya. Kita ibaratkan rumah sebagai negara dan pondasi sebagai ideologinya. Bisa kita bayangkan jika rumah tanpa pondasi. Tidak akan kuat bukan? Pondasi itu sangat dibutuhkan untuk menyokong rumah tersebut berdiri kokoh. Seperti negara dengan ideologinya. Nah, jadi ideologi negara adalah pedoman hidup dalam penyelenggaraan negara. Tanpa ideologi negara akan mati tak berdaya. Ideologi disetiap negara diterapkan berdasarkan kondisi dan keadaan. Tidak sembarang dalam memilihnya pun karena jika salah negara itu akan bobrok. Dengan kata lain bahwa idelogi itu tidak hanya satu melainkan bermacam-macam; ideologi liberal; ideologi komunis; ideologi sosialis; ideologi fasisme; ideologi pancasila. Dari berbagai macam ideologi yang ada pasti masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan bagi penganutnya. Jadi, Ideologi menjadi suatu yang sangat penting bagi suatu negara dan tentu bagi kelangsungan hidup suatu kelompok atau sebuah bangsa. Hal itu disebabkan Ideologi memberikan kejelasan identitas nasional, member inspirasi akan cita-cita dan pendorong dalam tujuan masyarakatnya. Dengan Ideologi yang jelas, suatu negara akan memiliki pegangan dan pedoman bagaimana mengenal dan memecahkan masalah. Dan tentu saja ideologi yang dipilih setiap negara berdasarkan kondisi negara tersebut. Namun mengapa tidak semua negara memiliki ideologi yang sama ? Amerika saja bisa maju dengan ideologi liberalismenya, mengapa Indonesia tidak?
                                                                                                *****
Indonesia merupakan negara berkembang dengan ideologi pancasilanya. Ya pancasila sebagai negara Indonesia mempunyai peran penting untuk kelangsungan hidup bangsa. Karena pancasila memiliki orientasi ke depan dimana bangsa Indonesia harus siap sedia dalam segala situasi. Terutama dalam menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Dengan ideologi pancasila yang memiliki dimensi realistis, normatis dan idealistis Indonesia mampu menghadapi globalisasi.
Mari kita bandingkan ideologi pancasila dengan ideologi lainnya      
IDEOLOGI ASPEK
LIBERALISME
KOMUNISME
SOSIALISME
PANCASILA
POLITIK HUKUM
·      Hukum untuk melindungi individu
·      Politik mementingkan individu
·      Berkuasa mutlak satu parpol
·      Hukum untuk melanggengkan komunis
·      Diutamakan kebersamaan
·      Masyarakat sama dengan negara
·      Hukum untuk menjunjung tinggi keadilan dan keberadaban individu dan masyarakat

EKONOMI
·      Peran negara kecil swasta mendominasi
·      Kapitalisme, Monopolisme dan persaingan bebas
·      Peran negara dominan
·      Demi kolektivitas berarti demi negara
·      Monopoli negara
·      Peran negara ada untuk pemerataan
·      Keadilan distributif yang diutamakan
·      Peran negara ada untuk tidak terjadi monopoli
AGAMA
·      Agama urusan pribadi
·      Bebas beragama, bebas memilih agama atau tidak
·      Agama candu masyarakat dan harus dijauhkan
·      Agama mendorong perkembangannya kebersamaan

·      Bebas memilih satu negara
·      Agama harus menjiwai dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara
CIRI KHAS
·      Penghargaan atas HAM
·      Demokrasi
·      Negara hukum
·      Reaksi terhadap abslutisme
·      Atheism
·      Dogmatis
·      Otoriter
·      Ingkar HAM
·      Reaksi terhadap liberalism dan kapitalisme
·      Kebersamaan
·      Akomdasi
·      Jalan tengah
·      Keselarasan, keseimbangan, dan keserasian dalam setiap aspek kehidupan
Dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah bagian dari idelogi bangsa yang diangkat dari nilai-nilai adat istiadat kebudayaan yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bangsa menunjukkan adanya keseimbangan ide dan gagasan serta tidak bersifat absolute dalam memandang manusia dan kehidupan bernegara, sedangkan liberalism, komunisme lebih bersifat mutlak atau otoriter. Keduanya juga cenderung menutup mata akan adanya dampak individualism dan persaingan. Selain itu, jika dibandingkan dengan Pancasila, sosialisme sering dikatakan antitesa Kapitalisme, yang tingkah laku eknomi dikuasai oleh kepentingan untuk memperoleh keuntungan maksimal lewat persaingan bebas.

Jadi kita sebagai bangsa Indonesia harus membantu negara dalam menjalankan idelogi pancasila guna memajukan negara kita sendiri, negara Indonesia. Indonesia tidak mampu bersaing tanpa bangsanya dan bangsa tidak akan ada jika tidak ada negara. Semuanya berkesinambungan semuanya mempunyai peran penting.